SUNGGUH celakalah bagi orang-orang Yahudi. Sifatnya yang picik, kejam
dan selalu membuat kerusakan hingga membuat Muslim merasa resah. Yahudi
yang selalu ingin menang atas segala aspek dan ingin menguasai dengan
strategi-strategi perniagaannya mampu menguasai dunia hampir setengah
perniagaan dikuasai Yahudi.
Kita tahu bagaimana strategi yang dimiliki oleh Yahudi yaitu
keutamaannya ialah dalam hal perniagaan. Sungguh terperanjat melihat
mereka begitu agresif dan seriusnya mereka tentang perniagaan. Di akhir
tahun di universitas, para penuntut di bidang niaga diharuskan melakukan
proyek dan praktik dan hanya akan lulus jika nilainya 10 dan
mendapatkan keuntungan sebanyak $US1juta!
Anda terperanjat? Itulah kenyataan, dengan rangkaian seluruh
perniagaannya yang menjaring sepenuhnya oleh kongsi milik Yahudi. Maka
tidak heran mereka dapat menguasai ½ perniagaan di dunia! Siapakah yang
mencipta desain Levis yang terkini? Produk itu diciptakan dari Israel
University.
Sungguh mengagumkan dan mengkhawatirkan bukan bagi kita umat Muslim?
Dari cara yang sudah lama ditanam dalam diri mereka, hingga menjadi
kebudayaan dan identitas mereka ketika kecerdasan dan kepicikan hingga
kekuasaan semata-mata menjadi tujuan mereka di bumi ini.
Maka dari itu Muslim harus berhati-hati dengan tindakan Yahudi yang
menyesatkan ini. Bahkan ada hadist yang Allah SWT laknat 3 perkara soal
perniagaan Yahudi.
Dari Ibnu Abbas dia berkata, “Saya pernah melihat Rasulullah SAW
sedang duduk di dekat Ka’bah. Kemudian beliau mengangkat pandangannya ke
langit, lalu tertawa, ‘Sesungguhnya Allah SWT telah melaknat orang
Yahudi karena tiga perkara:
Allah SWT telah mengharamkan lemak, tetapi mereka menjualnya, dan
memakan hasil penjualannya. Sesungguhhnya Allah SWT mengharamkan memakan
sesuatu pada suatu kaum, maka Allah SWT mengharamkan pula memakan hasil
penjualannya,” (Kitab Sunan Abu Dawud juz 3 hal 280).
Begitulah perkara yang harus kita jauhi, sebab perlakuan yahudi yang
menyesatkan akan berdampak kepada keimanan dan segala aspek lainnya. []
Sumber: 11 dari 101 Kisah Tawa dan Senyum Nabi Muhammad SAW/Karya: Abu Islam Ahmad/Penerbit: Al-Qalam
Showing posts with label Jihad. Show all posts
Showing posts with label Jihad. Show all posts
Tuesday, 31 March 2015
Friday, 20 February 2015
Kepahlawanan Abu Bakar ash-Shiddiq Saat Hijrah
Posted By:
Unknown
on 20:33
Setelah itu, Abu Bakar mempersilahkan Rasulullah masuk ke dalam gua.
Rasulullah pun masuk dan tidur di pangkuan Abu Bakar. Ketika Rasulullah
telah tertidur, tiba-tiba seekor hewan menggigit kaki Abu Bakar. Ia pun
menahan dirinya agar tidak bergerak karena tidak ingin gerakannya
menyebabkan Rasulullah terbangun dari istirahatnya. Namun, Abu Bakar
adalah manusia biasa. Rasa sakit akibat sengatan hewan itu membuat air
matanya terjatuh dan menetes di wajah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Rasulullah pun terbangun, kemudian bertanya, “Apa yang menimpamu wahai Abu Bakar?” Abu Bakar menjawab, “Aku disengat sesuatu”. Kemudian Rasulullah mengobatinya.
Kedua: Melindungi Nabi dari teriknya matahari.
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Abu Bakar menceritakan hijrahnya bersama Nabi. Kami berjalan siang dan malam hingga tibalah kami di pertengahan siang. Jalan yang kami lalui sangat sepi, tidak ada seorang pun yang lewat. Kumelemparkan pandangan ke segala penjuru, apakah ada satu sisi yang dapat kami dijadikan tempat berteduh. Akhirnya, pandanganku terhenti pada sebuah batu besar yang memiliki bayangan. Kami putuskan untuk istirahat sejenak disana. Aku ratakan tanah sebagai tempat istirahat Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam, lalu kuhamparkan sehelai jubah kulit dan mempersilahkan beliau untuk tidur di atasnya. Istirahatlah wahai Rasulullah. Beliau pun beristirahat.
Setelah itu, aku melihat keadaan sekitar. Apakah ada seseorang yang bisa dimintai bantuan. Aku pun bertemu seorang penggembala kambing yang juga mencari tempat untuk berteduh. Aku bertanya kepadanya, “Wahai anak muda, engkau budaknya siapa?” Ia menyebutkan nama tuannya, salah seorang Quraisy yang kukenal. Aku bertanya lagi, “Apakah kambing-kambingmu memiliki susu?” “Iya.” Jawabnya. “Bisakah engkau perahkan untukku?” pintaku. Ia pun mengiyakannya.
Setelah diperah. Aku membawa susu tersebut kepada Nabi dan ternyata beliau masih tertidur. Aku tidak suka jika aku sampai membuatnya terbangun. Saat beliau terbangun aku berkata, “Minumlah wahai Rasulullah”. Beliau pun minum susu tersebut sampai aku merasa puas melihatnya.
Lihatlah! Rasa-rasanya kita tidak terbayang, seorang yang kaya, mau bersusah dan berpeluh, menjadi pelayan tak kenal lelah seperti Abu Bakar. Ia ridha dan puas apabila Rasulullah tercukupi, aman, dan tenang.
Ketiga: perlindungan Abu Bakar terhadap Rasulullah selama perjalanan.
Diriwayatkan al-Hakim dalam Mustadrak-nya dari Umar bin al-Khattab, ia menceritakan. Ketika Rasulullah dan Abu Bakar keluar dari gua. Abu Bakar terkadang berjalan di depan Rasulullah dan terkadang berada di belakang beliau. Rasulullah pun menanyakan perbuatan Abu Bakar itu. Abu Bakar menjawab, “Wahai Rasulullah, kalau aku teringat orang-orang yang mengejar (kita), aku berjalan di belakang Anda, dan kalau teringat akan pengintai, aku berjalan di depan Anda”.
Apa yang dilakukan Abu Bakar ini menunjukkan kecintaan beliau yang begitu besar kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia tidak ingin ada sedikit pun yang mengancam jiwa Nabi. Jika ada mara bahaya menghadang, ia tidak ridha kalau hal itu lebih dahulu menimpa Nabi.
Demikianlah dua orang sahabat ini. Rasulullah ingin bersama Abu Bakar ketika hijrah dan Abu Bakar pun sangat mencintai Rasulullah. Inilah kecocokan ruh sebagaimana disabdakan oleh Nabi
Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat mencintai Abu Bakar.
Beliau juga bersabda,
Semoga kita dapat meneladani Abu Bakar dalam kecintaan dan pengorbanannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semoga Allah meridhai beliau dan menempatkannya di surga yang penuh dengan kenikmatan.
Sumber:
– Hisyam, Ibnu. as-Sirah an-Nabawiyah. 2009. Beirut: Dar Ibnu Hazm.
– Mubarakfuri, Shafiyurrahman. ar-Rahiq al-Makhtum. 2007. Qatar: Wizarah al-Awqaf wa-sy Syu-uni al-Islamiyah.
– islamstory.com
Rasulullah pun terbangun, kemudian bertanya, “Apa yang menimpamu wahai Abu Bakar?” Abu Bakar menjawab, “Aku disengat sesuatu”. Kemudian Rasulullah mengobatinya.
Kedua: Melindungi Nabi dari teriknya matahari.
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Abu Bakar menceritakan hijrahnya bersama Nabi. Kami berjalan siang dan malam hingga tibalah kami di pertengahan siang. Jalan yang kami lalui sangat sepi, tidak ada seorang pun yang lewat. Kumelemparkan pandangan ke segala penjuru, apakah ada satu sisi yang dapat kami dijadikan tempat berteduh. Akhirnya, pandanganku terhenti pada sebuah batu besar yang memiliki bayangan. Kami putuskan untuk istirahat sejenak disana. Aku ratakan tanah sebagai tempat istirahat Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam, lalu kuhamparkan sehelai jubah kulit dan mempersilahkan beliau untuk tidur di atasnya. Istirahatlah wahai Rasulullah. Beliau pun beristirahat.
Setelah itu, aku melihat keadaan sekitar. Apakah ada seseorang yang bisa dimintai bantuan. Aku pun bertemu seorang penggembala kambing yang juga mencari tempat untuk berteduh. Aku bertanya kepadanya, “Wahai anak muda, engkau budaknya siapa?” Ia menyebutkan nama tuannya, salah seorang Quraisy yang kukenal. Aku bertanya lagi, “Apakah kambing-kambingmu memiliki susu?” “Iya.” Jawabnya. “Bisakah engkau perahkan untukku?” pintaku. Ia pun mengiyakannya.
Setelah diperah. Aku membawa susu tersebut kepada Nabi dan ternyata beliau masih tertidur. Aku tidak suka jika aku sampai membuatnya terbangun. Saat beliau terbangun aku berkata, “Minumlah wahai Rasulullah”. Beliau pun minum susu tersebut sampai aku merasa puas melihatnya.
Lihatlah! Rasa-rasanya kita tidak terbayang, seorang yang kaya, mau bersusah dan berpeluh, menjadi pelayan tak kenal lelah seperti Abu Bakar. Ia ridha dan puas apabila Rasulullah tercukupi, aman, dan tenang.
Ketiga: perlindungan Abu Bakar terhadap Rasulullah selama perjalanan.
Diriwayatkan al-Hakim dalam Mustadrak-nya dari Umar bin al-Khattab, ia menceritakan. Ketika Rasulullah dan Abu Bakar keluar dari gua. Abu Bakar terkadang berjalan di depan Rasulullah dan terkadang berada di belakang beliau. Rasulullah pun menanyakan perbuatan Abu Bakar itu. Abu Bakar menjawab, “Wahai Rasulullah, kalau aku teringat orang-orang yang mengejar (kita), aku berjalan di belakang Anda, dan kalau teringat akan pengintai, aku berjalan di depan Anda”.
Apa yang dilakukan Abu Bakar ini menunjukkan kecintaan beliau yang begitu besar kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia tidak ingin ada sedikit pun yang mengancam jiwa Nabi. Jika ada mara bahaya menghadang, ia tidak ridha kalau hal itu lebih dahulu menimpa Nabi.
Demikianlah dua orang sahabat ini. Rasulullah ingin bersama Abu Bakar ketika hijrah dan Abu Bakar pun sangat mencintai Rasulullah. Inilah kecocokan ruh sebagaimana disabdakan oleh Nabi
الأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجَنَّدَةٌ فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا اخْتَلَفَ
“Ruh-ruh itu bagaikan pasukan yang berkumpul (berkelompok). Jika
mereka saling mengenal maka mereka akan bersatu, dan jika saling tidak
mengenal maka akan berpisah (tidak cocok).” (HR. Bukhari dan Muslim).Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat mencintai Abu Bakar.
عن عمرو بن العاص أن رسول الله بعثه على جيش ذات السلاسل،
يقول: فأتيته فقلت: أي الناس أحب إليك؟ قال: “عَائِشَةُ”. قلت: من الرجال؟
قال: “أَبُوهَا”. قلت: ثم من؟ قال: “عُمَرُ”. فعد رجالاً
Dari Amr bin al-Ash, Rasulullah mengutusnya bergabung dalam pasukan
Perang Dzatu Salasil. Amr berkata, “Aku mendatangi Nabi dan bertanya
kepadanya, ‘Siapakah orang yang paling Anda cintai?’ Beliau menjawab,
‘Aisyah’. Aku kembali bertanya, ‘Dari kalangan laki-laki?’ Beliau
menjawab, ‘Bapaknya (Aisyah)’. (HR. Bukhari dan Muslim).Beliau juga bersabda,
إِنَّ مِنْ أَمَنِّ النَّاسِ عَلَيَّ فيِ صُحْبَتِهِ
وَمَالِهِ أَبُوْ بَكْرٍ لَوْ كُنْتُ مُتَّخِذًا خَلِيْلاً غَيْرَ رَبِّيْ
لَاتَّخَذْتُ أَبَا بَكْرٍ وَلَكِن أُخُوَّةُ الْإِسْلاَمِ وَمَوَدَّتُهُ،
لاَ يَبْقَيَنَّ فِي الْمَسْجِدِ بَابٌ إِلاَّ سُدَّ إِلاَّ بَابُ أَبِيْ
بَكْرٍ
“Sesungguhnya orang yang paling besar jasanya padaku dalam
persahabatan dan kerelaan mengeluarkan hartanya adalah Abu Bakar. Andai
saja aku diperbolehkan mengangkat seseorang menjadi kekasihku selain
Rabbku, pastilah aku akan memilih Abu Bakar, namun cukuplah persaudaraan
seislam dan kecintaan karenanya. Maka tidak tersisa pintu masjid
kecuali tertutup selain pintu Abu Bakar saja.” (HR. Bukhari).Semoga kita dapat meneladani Abu Bakar dalam kecintaan dan pengorbanannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semoga Allah meridhai beliau dan menempatkannya di surga yang penuh dengan kenikmatan.
Sumber:
– Hisyam, Ibnu. as-Sirah an-Nabawiyah. 2009. Beirut: Dar Ibnu Hazm.
– Mubarakfuri, Shafiyurrahman. ar-Rahiq al-Makhtum. 2007. Qatar: Wizarah al-Awqaf wa-sy Syu-uni al-Islamiyah.
– islamstory.com
Sunday, 15 February 2015
Video Seruan Jihad Kepada Umat Muslim untuk Membantu Saudara Kita Di Suriah
Posted By:
Unknown
on 10:39
https://www.youtube.com/watch?v=TYcHjcHrs00
Inilah video dari Syeikh Muhammad Al Arifi untuk mengajak Seluruh Umat muslim membantu saudara-saudara kita di Suriah.
Inilah video dari Syeikh Muhammad Al Arifi untuk mengajak Seluruh Umat muslim membantu saudara-saudara kita di Suriah.
Subscribe to:
Posts (Atom)

