Kalau
Anda melakukan ma-lima dalam waktu lama, kemudian Anda tiba pada
kondisi taubah nashuha, maka tangisnya akan lebih mendalam dibanding
tangis orang-orang yang tak begitu punya dosa.Mengapa kesadaran
keagamaan yang lahir dari wilayah-wilayah macam ini saya katakan di atas
sangat bagus jika diucapkan misalnya sebagai khotbah Jum’at Karena,
keinsafan keilahian itu mereka temukan dari pengalaman-pengalaman
kongkret.Orang-orang semacam ini adalah para pekerja sejarah yang nyata.
Mereka adalah pejalan-pejalan struktural, pelaku-pelaku mekanisme
kenyataan, yang mengerti persis apa isi dunia, sehingga juga lebih
memiliki pemikiran yang strategis dan mendasar jika harus menterjemahkan
konversi keagamaannya itu ke dalam aktualisasi realistik.
Tuesday, 31 March 2015
Filled Under:
Dakwah
CAK NUN - Min Haitsu La Yahtasib
Posted By:
Unknown
on 11:35
Sesungguhnya
engkau tak akan pernah sanggup memberi petunjuk kepada siapa yang kau
kehendaki untuk mendapatkan petunjuk, melainkan Allah yang Maha Sanggup
menghidayahi siapapun saja yang dikehendaki-Nya.Saya mencoba menarik
garis dari snapshot keadaan yang sekilas itu kepada sejumlah titik.
Pertama, kalau kaum muslimin berbicara tentang kebangkitan Islam,
asosiasi utama yang muncul di benak mereka adalah semaraknya
tempat-tempat ibadah, membengkaknya komunitas-komunitas religius,
meningkatnya akses orang Islam terhadap struktur sejarah, dan
sebagainya.Dengan kata lain, kebangkitan Islam dibayangkan terutama
bermula dari kantong-kantong kultur agama. Yang ingin saya catat di situ
adalah kenyataan yang berbeda: justru dari tengah dunia yang penuh
nafsu, kerakusan, dan kebinatangan lahir tetesan-tetesan uluhiyah. Dari
sub-kultur metropolitan, muncul kelahiran baru kesadaran beragama. Dari
lingkungan-lingkungan yang selama ini kita ketahui hanya berisi
keduniaan, ternyata nongol kerinduan keakhiratan yang lebih mendalam dan
lebih dahsyat dibanding yang bisa dirasakan di masjid-masjid.Intensitas
kerinduan keakhiratan dari daerah “rawan akhlaq”, baik kultural maupun
struktural, itu terjadi justru karena cahaya itu memiliki sifat lebih
ekstrem terhadap kegelapan dibanding terhadap ruang yang tak begitu
gelap.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment