Untuk
manusia di zaman ini, hal yang dilakukan setan semacam itu bukan
pekerjaan sulit karena manusia sudah hampir tidak memiliki pertahanan
apa pun terhadap penetrasi setan. Juga karena manusia sudah semakin
tidak mengenali dirinya sendiri, apalagi mengenali setan sehingga tidak
pernah secara sadar atau instingtif mengetahui apakah ia sedang
dipengaruhi oleh setan, apakah sedang berjalan didorong dan dimotivasi
oleh setan, apakah ia sedang menyelenggarakan sesuatu yang pengambil
keputusan sebenarnya adalah setan di dalam dirinya? ***
Tentu
saja setan tidak bisa kita pandang dengan terminologi materi atau
jasadiyah.Ia lebih merupakan energi atau gelombang. Sedemikian rupa
manusia harus mempelajari dirinya sendiri: dari wujud materiilnya,
psiche-nya, roh atau rohaninya. Kita sedang meyakini bahwa kita adalah
manusia, adalah makhluk sosial, adalah warga negara Indonesia, adalah
bagian dari masyarakat dunia, adalah kaum profesional, adalah ulama,
anggota parlemen,pejabat,aktivis LSM,golongan intelektual, atau apa pun.
Tetapi
itu semua adalah termin-termin yang sangat materiil, baku, dan
elementer. Sesungguhnya kita tidak benar-benar mengenali diri kita pada
atau sebagai dimensi-dimensi yang lebih substansial. Kita,pada konteks
tertentu, dan itu sangat serius dan merupakan mainstream: mungkin sekali
adalah boneka-bonekanya setan. Kita hanya robot yang di-remote control
oleh kehendak setan. Kita hanya instrumen dari kemauan-kemauan setan.
Anda mungkin menganggap saya main-main retorika.Tidak. Ini sungguh-
sungguh. Jangan mengandalkan ilmu pengetahuan baku dari sekolahan dan
universitas, sebab penelitianpenelitian di wilayah itu tidak akan sampai
pada hipotesis, identifikasi atau invensi tentang Tuhan, malaikat,
Iblis, jin, dsb –yang sesungguhnya merupakan wujud nyata seharihari
kehidupan kita.
Kita
sedang menghabiskan waktu untuk bermain-main menunggu kematian
tiba.Mainan kita namanya negara, demokrasi,pemilu,clean governance,
pengajian, taushiyah, mau’idhah hasanah, band dan lagu-lagu, tayangan
dan sinetron…. Semua itu tidak benar-benar kita pahami bahwa bukanlah
kita subjek utamanya. Tentu ini semua harus sangat panjang ditelusuri,
dianalisis, dipaparkan, dan disosialisasi.Tulisan ini sekadar membukakan
pintu agar manusia mulai mempelajari setan sebagai salah satu metode
paling pragmatis dan efektif untuk mengenali dirinya.
cak nun. Sebab hanya dengan benarbenar mengenali dirinya manusia akan bisa berpartisipasi untuk turut menjamin keselamatan dirinya, keluarganya, anak cucunya, lewat negara, sistem sosial atau apa pun. Anda semua sedang menjadi korban tipu daya dari segala sesuatu yang Anda sangka kemajuan, kesejahteraan, pembangunan, segala yang indah-indah di layar televisi, di halaman koran, di kantorkantor pemerintahan dan perusahaan, bahkan di pasar, di panggung, di gardu, dan di mana pun.
Tolong
jangan membantah dulu sebelum mempelajari setan, dalam segala wilayah,
konteks, dan skala. Pelajari setan untuk individumu, untuk keluargamu,
untuk keselamatan anak-anakmu tahuntahun yang akan datang, untuk
masyarakat dan bangsamu.Tuhan bilang, ”Mereka melakukan tipu daya, dan
Aku juga…. Aku kasih waktu sejenak kepada mereka….” Jatah untuk
menyembuhkan diri bagi bangsa kita sudah berlalu.
Ramadan
dan Idul Fitri sudah kita lalui tanpa makna apa-apa. Metabolisme zaman
sudah tiba di putaran di mana kita memerlukan jangka waktu yang akan
jauh lebih lama lagi untuk bisa menyembuhkan dan menyelamatkan kita
semua sebagai bangsa. Segala sesuatu sudah kita jalani, kita junjung,
tanpa melahirkan paradigma baru apa pun di bidang apa pun. Indonesia
sudah ”mati”. Tahun 2008–2015 akan semakin terpecah,semakin tertipu
daya,semakin lapar dan panas, semakin stres dan depresi karena kita
sendiri sudah terbiasa menipu daya diri kita sendiri. ***
Semua
sisi kehidupan kita sudah palsu. Setan bilang kepada saya: ”Tidak ada
tantangan lagi. Manusia bukan tandingan setan sama sekali. Manusia
sangat mudah kami kendalikan.Sangat tidak memiliki kepegasan dan
ketahanan untuk mempertahankan kemanusiaannya. Sungguh sudah tidak
menarik lagi bertugas sebagai setan.” Di dalam kitab suci disebutkan:
”Dan ketika dikatakan kepada malaikat: ‘Bersujudlah kepada Adam,’ maka
bersujudlah mereka, kecuali Iblis, karena sombong dan lalai….” Diam-diam
dibisikkan kepada saya oleh setan:
”Kami
sengaja tidak bersujud kepada Adam, kami minta satu periode zaman saja
kepada Tuhan untuk membuktikan argumentasi kenapa kami tidak bersujud
kepada Adam.Hari ini saya nyatakan: tidak relevan Iblis bersujud kepada
Adam karena anak turun Adam sekarang terbukti sangat beramai-ramai dan
kompak menyembah Iblis.”

0 comments:
Post a Comment